Sabtu, 20 April 2024

janjiku yang ku tepati. ku ingkari kali ini, hanya sekali (aku harap)

aku, yang katanya anak pertama.

hidup dengan pilihan sendiri memang sulit, namun tidak sesulit ketika pilihannya sudah ditentukan orang tua.(awalnya kukira begitu)

lambat laun, dunia terasa semakin sulit. nafasku mulai sesak, duniaku mulai tertekan dan aku mulai risau. tenang, ada ayah, akan selalu ada ayah di sini. 

anak ayah yang cantik, (katanya) jangan pernah menangis, akan ayah bendung air matamu, akan ayah janjikan bahagia dan senyum itu.

tidak usah takut, pilih jalanmu, berjalanlah dengan yakin ayah akan selalu mendukungmu.

jangan takut jatuh, akan ayah topang. jangan takut salah, nanti kita perbaiki bersama.

tangisku tak pernah menetes lagi, meskipun aku sakit, walaupun dunia sangat jahat, ku tepati janji itu. bahkan ketika jasadmu ku tuntun untuk mengucap "Allahu akbar" dan menutup mata untuk yang terakhir kalinya, hingga jasadmu sudah masuk liang lahat, tangisku tak turun

ayah, sekarang duniaku mulai kacau, perasaanku tak karuan, hatiku patah dan pikiranku berantakan.

untuk janjimu yang selalu kau tepati, cintamu yang tak pernah padam dan kebahagianku yang selalu kau berikan. bisakah itu kembali? bahkan hanya untuk sekali (lagi). 

(maaf ayah, ku ingkari janjiku sekali ini saja. namun bagaimana cara untuk menutup keran air mata setelah ini?)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar